Senin, 18 Mei 2020


MANAJEMEN STRATEGIK
Strategi Korporasi”



Dosen Pengampu : Dr Musnaini, SE., M.M


Nama :
     Adam Al Fatah (C1B018026)




PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS JAMBI
2020

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kehadirat tuhan yang maha kuasa yang telah memberikan kami kemudahan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.
            Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk menyelesaikan pembuatan makalah sebagai tugas akhir dari mata kuliah Manajemen Strategik dengan judul “Strategi Korporasi”.
            Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Kemudian apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya kepada dosen Manajemen Strategik kami yang telah membimbing dalam menulis makalah ini. Demikian saya ucapkan terima kasih.
 Jambi, Maret 2020

           
                                                                                                                        Penulis





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................
DAFTAR ISI........................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................

1.1. Latar Belakang................................................................................................................
1.2. Rumusan Masalah..........................................................................................................
1.3. Tujuan Makalah………………………………………………………………………..

BAB II PEMBAHASAN...................................................................................................

2.1. Pengertian Strategi Korporat............................................................................................
2.2. Jenis-Jenis Strategi Korporat...........................................................................................

BAB III PENUTUP...........................................................................................................

3.1.Kesimpulan....................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................







BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Setiap Perusahaan membutuhkan strategy sebagai salah satu cara yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Strategi merupakan proses manajemen yang akan menempatkan perusahaan pada posisi yang dikehendaki. Dalam pencapaian tujuan, perusahaan harus mengambil keputusanyang tepat dan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada pencapaian tujuan tersebut.
Tolak ukur keberhasilan perusahaan adalah kemampuannya untuk dapat mengalokasikan dan menggunakan sumber-sumber yang dimiliki untuk menangkap kesempatan (opportunity), menyikapi ancaman (threat) yang adadalam usahanya, serta mengevaluasi lingkungan internalnya, yaitu mengenaikekuatan (strength) dan kelemahan (weakness).

Menentukan strategi yang tepat bagi perusahaan, dibutuhkan kejelian dari pihak manajemen dalam mengidentifikasi faktor-faktor yang membawa pengaruhterhadap keberhasilan strategi tersebut. Oleh karena itu, manajer perlumemperhatikan lingkungan, baik itu lingkungan di masa sekarang, maupun dimasa yang akan datang, sebagai dasar dalam penentuan langkah-langkahpengambilan keputusan perusahaan serta menganalisis lingkungan secarasistematis agar perusahaan mampu merumuskan strategi yang paling efektif bagikelangsungan hidup dan perkembangan perusahaan.

 

1.2. Rumusan Masalah

      Berdasarkan latar belakang masalah diatas, terdapat beberapa rumusan masalah, sebagai berikut:
1.        A. Apa pengertian strategi korporat?
2.        B. Apa saja jenis-jenis  strategi korporat?
3.     C. Bagaimana Pertumbuhan Strategy didalam Perusahaan ?
4.     Bagaimana integrasi vertical dan horizontal dalam strategi korporat ?

1.3. Tujuan Makalah  

       Adapun tujuan dibuat makalah ini adalah:
1.    Menjelaskan definisi dari Corporate Strategy
2.     Memahami strategi tingkat korporat
3.     Dapat mengetahui strategi pertumbuhan dalam perusahaan.
4.     Dapat Memahami integrasi vertical dan horizontal dalam strategi komporat.























BAB II

PEMBAHASAN


            Strategi korporat diterjemahkan dari bahasa Inggris yaitu corporate strategy.Strategi korporat terdiri atas dua kata yaitu strategi dan korporat yang masing-masing mengandung arti kata sebagai berikut.
Strategi ialah berbagai cara untuk mencapai tujuan. Strategi juga dapat disebut sebagai perilaku yang diambil oleh seseorang yang menggambarkan berbagai tindakan terkait dengan keadaan atau permainan (Benoit dan Trigeorgis, 2011).
Korporat ialah sebuah entitas usaha berbadan hukum yang memungkinkan para individu agar dapat menginvestasikan modal, tenaga, dan berbagai sumber daya agar dapat menghasilkan profit. Korporat juga dapat disebut grup atau perusahaan yang memiliki berbagai anak perusahaan sekaligus mengelolanya.
Strategi korporat telah didefinisikan oleh Grant (2010) sebagai penentu ruang lingkup perusahaan dalam hal berkompetisi pada suatu industri atau pasar, dan di dalam strategi korporat tersebut terdapat berbagai keputusan seperti diversifikasi, integrasi vertikal, akuisisi, dan new ventures, dan pengalokasian sumber daya antar bisnis pada perusahaan tersebut.
            Strategi korporat tidak hanya sekedar operasi kantor pusat. Apapun strategi yang dipilih oleh perusahaan, kebanyaka penciptaan nilai direalisasikan oleh unit bisnis perusahaan melalui kemampuan dalam memproduksi dan menyampaikan barang dan jasa kepada para pelanggan. Oleh karena itu perusahaan harus mampu mensinergikan aktivitas berbagai bisnisnya sehingga memperoleh keunggulan kompetitif dari masing-masing unit bisnisnya. Strategi korporat perlu penguasaan strategi bisnis, hubungan antara bagian dengan keseluruhan perusahaan, konfigurasi ruang lingkup pasar, dan koordinasi antar unit bisnis yang dimiliki oleh perusahaan. (Collis & montgomerry, 1998: 5-7)
Aspek penting dalam strategi korporat yang mempengaruhi bagaimana suatu organisasi mencapai tujuan dan sasaran stratejiknya adalah apakah organisasi tersebut memiliki bisnis tunggal ataukah beroperasi dengan banyak bisnis.

1.      Organisasi bisnis tunggal dan organisasi multibisnis
Organisasi bisnis tunggal terutama beroperasi pada satu industry sedangkan organisasi multibisnis beroperasi pada lebih dari satu industry. Penggolongan organisasi dengan bisnis tunggal dan multi bisnis ini penting karena mempengaruhi arah stratejik keseluruhan organisasi, strategi korporat apa yang dianut, dan bagaimana strategi korporat diimplementasikan dan dikelola. Selain itu, penggolongan ini penting sebelum kita mendiskusikan bagaimana hubungan strategi korporat dengan strategi fungsional dan strategi bersaing.
2.      Mengaitkan strategi korporat dengan strategi perusahaan
Ketika strategi korporat membangun keseluruhan arah dan tujuan yang diharapkan oleh suatu perusahaan, strategi perusahaan yang lain -fungsional dan kompetitif- memberikan arti atau mekanisme untuk memastikan perusahaan untuk mencapai tujuannya. Strategi korporat digunakan untuk mengendalikan perusahaan pada tujuan tertentu, tetapi strategi perusahaan yang lainnya digunakan untuk memastikan arah tujuan tersebut diikuti, dan memastikan untuk bisa mengerti dan mengatur jika terjadi perkembangan yang signifikan. Gambar 8.1 menunjukkan pentingnya kesesuaian strategi korporat dengan keseluruhan manajemen strategi dalam proses aksinya.
Masing-masing dari berbagai macam tipe strategi organisasi memainkan peran yang signifikan. Koordinasi dari strategi-strategi organisasional tersebut diperlukan untuk mengatur organisasi seccara stratejik. Strategi korporat tidak bisa diimplementasikan secara efektif atau efisien tanpa dukungan dari sumberdaya perusahaan, kapabilitas, kompotensi, yang dikembangkan dan digunakan sebagai strategi kompetitif dan fungsional yang telah diimplementasikan dan dilakukan.
Perusahaan yang berbentuk korporasi di Indonesia contohnya adalah Sinarmas, Artha Graha, dan Krakatau Steel.Perusahaan korporasi biasanya memiliki banyak anak perusahaan dan unit bisnis.Anak perusahaan biasa disebut sebagai subsidiary, sedangkan korporasi bisa juga disebut sebagai perusahaan induk.Lalu bagaimana membedakan unit bisnis dan anak perusahaan?Apakah anak perusahaan termasuk unit bisnis atau sebagai subsidiary saja?
Anak perusahaan dapat disebut sebagai unit bisnis bagi perusahaan induk meskipun yang mengelola bisnis adalah manajemen anak perusahaan tanpa campur tangan perusahaan induk.Perusahaan induk juga dapat memiliki unit bisnis yang dikelola oleh manajemen perusahaan induk itu sendiri.Sama dengan perusahaan induk, anak perusahaan juga dapat memiliki berbagai unit bisnis.Manajemen dalam hal ini adalah bahwa perusahaan induk dan anak perusahaan memiliki direksinya masing-masing.Contoh, anak perusahaan yang dimiliki oleh Krakatau Steel adalah PT KHI Pipe Industries, PT Krakatau Wajatama, dan PT Meratus Jaya Iron & Steel.Masing-masing perusahaan tersebut memiliki bisnis yang khusus.
Salah satu alasan korporasi tidak ingin mengelola unit bisnis secara langsung dibawah naungan manajemennya adalah korporasi terlalu banyak pekerjaan dalam halpengelolaan sehingga kinerja korporasi itu sendiri dapat terganggu.Oleh karena itu, dibentuklah anak perusahaan yang berbadan hukum yang memiliki manajemen tersendiri sehingga kinerja korporasi tidak terganggu.

2.2. Jenis Jenis Strategi Korporat

            Strategi korporat di kelompokkan ke dalam tiga kelompok kategori orentasi strategi yang sering juga di sebut sebagai grand strategy (wheelen dan hunger,2004:138) ketiga grand strategy tersebut adalah; strategi pertumbuhan (growth strategy), strategi stabilitas (stability strategy), dan strategi penciutan usaha (retrenchment strategy).
1. Strategi Pertumbuhan (Growth Strategy)
Dalam srategi pertumbuhan perusahaan mengembangkan aktivitas usaha baik melakukan konsentrasi didalam industry yang sekarang ini dijalankan oleh perusahaan maupun diversifikasi dengan memasuki industry baru diluar industry yang selama ini menjadi domain bisnis perusahaan. Inti dari strategi pertumbuhan sebenarnya  Bagaimana menggerakkan organisasi kedepan.
Ø  Bagi perusahaan : peningkatan omzet, laba, atau kinerja yang lain.
Ø  Bagi organisasi nirlaba : peningkatan jumlah klien/masyarakat yang dilayani, perluasan cakupan geografis, atau peningkatan program yang diitawarkan.
a.       Strategi Konsentrasi
Ketika perusahaan memilih strategi pertumbuhan melalui konsentrasi di bidang industry yaitu dimana perusahaan tersebut beroprasi selama ini, maka perusahaan dapat menggunakan strategi integrasi vertical (vertical integration) maupun strategi integrasi horizontal (horizontal integration)
·         Integrasi vertical
Perusahaan di katakan melakukan integrasi vertical apabila perusahaan tersebut memperluas cakupan usaha dengan cara menguasai rantai pasokan bahan baku atau menguasai rantai distribusi produk perusahaan.  Semakin tinggi rasio antara nilai tambah dan nilai penjualan menunjukkan tingginya tingkat integrasi vertical yang dilakukan perusahaan.
·         Integrasi horizontal
Strategi ini dapat dilakukan oleh perusahaan dengan cara memperluas pasar perusahaan ke area geografis pemasaran yang baru atau dengan meningkatkan rentang lini produk dan jasa yang ditawarkan kepada pasar yang saat ini dilayani oleh perusahaan.
Strategi pertumbuhan lainnya dapat dilakukan perusahaan melalui pemilihan strategi diversifikasi yang merupakan suatu proses untuk menambah satu atau lebih bisnis baru dalam portofolio usaha perusahaan, yang berbeda bidang perusahaan saat ini.
Tujuan yang ingin dicapai dari berbagai penerapan strategi tersebut adalah terjadinya maksimalisasi laba perusahaan dalam jangka panjang.
b.      Strategi Diversifikasi
Difersifikasi merupakan salah satu pilihan strategi pertumbuhan yang dapat di pilih perusahaan.
·         Diversifikasi berhubungan
perusahaan dapat melakukan diversifikasi ke industry yang berhubungan dengan industry tempat perusahaan beroprasi saat ini dengan tujuan memperoleh sinergi dan memperkuat posisi perusahaan di pasar.
·         Konglomerasi
Merupakan bentuk diversifikasi yang dilakukan oleh perusahaan dengan memasuki industry baru yang tidak berhubungan dengan industry perusahaan saat ini.
2. Strategi Stabilitas (Stability Strategy)
Ditandai dengan berlanjutnya operasi perusahaan dengan aktivitasnya saat ini (wheelen dan hunger, 2004:146) tanpa disertai perubahan arah yang signifikan dalam pelolaan usaha perusahaan. Strategi ini akan berhasil dalam jangka pendek terutama bagi perusahaan perusahaan yang melayani ceruk/relung pasar. Tetapi jika telung pasar tersebut  sudah meraih pesaing yang lain maka staregi stabilitas bisa sangat membahayakan perusahaan tersebut.
Wheelen dan hunger menyebutkan beberapa strategi yang termasuk dalam kelompok strategi stabilitas, sebagai berikut :
a.       Pause with caution  strategy. Pada saat perusahaan memilih stategi ini, perusahaan memutuskan untuk berhenti meneruskan strategi pertumbuhannya karena pertumbuhan usaha yang dialami perusahaan melebihi apa yang diharapkan perusahaan sebelumnya.
b.      No change strategy. Merupakan suatu keputusan untuk tidak melakukan suatu hal yang baru, atau dengan kata lain perusahaan memilih untuk melanjutkan operasi dengan kebijakan perusahaan saat ini karena perubahan lingkungan eksternal di masa mendatang relative telah dapat diramalkan oleh perusahaan.
c.       Profit strategy. Merupakan jenis strategi dimana perusahaan memilih untuk tidak melakukan aktivitas bisnis yang baru melainkan berusaha untuk menghilangkan atau mengurangi aktivitas bisnis atau biaya pengeluaran dengan tujuan untuk meningkatkan nilai profit perusahaan yang cenderung turun untuk periode waktu tertentu
3. Retrenchment Strategy/Strategi Penciutan Usaha
Apabila perusahaan memiki kelemahan dalam berbagai produk atau seluruh lini produk sehingga perusahaan tidak dapat memperoleh keunggulan kompetitif yang mengakibatkan kinerja menjadi buruk, yang tercermin dalam penurunan dan laba secara terus menerus.
Wheelen dan hunger menyebutkan adanya beberapa strategy termasuk kedalam kelompok strategi penciutan usaha, yaitu :
a.       Turnaround strategy, Pada saat perusahaan memilih strategi ini, perusahaan menekankan untuk melakukan perbaikan terhadap efesiensi oprasional yang dirasakan sebagai masalah utama bagi perusahaan.
b.      Divestment strategy, Strategi ini dilakukan dengan cara menjual perusahaan ke perusahaan lain dengan tujuan memperoleh harga jual yang baik bagi para pemegang saham dan dengan harapan karyawan perusahaan masih bisa bekerja di perusahaan  setelah perusahaan terjual. Strategi  divestasi atau divestiture dapat pula dilakukan dengan menjual sebagian unit bisnis perusahaan.
c.       Bankruptcy/liquidation strategy, Perusahaan dinyatakan pailit dan harus mengalami liquidasi ketika perusahaan tidak lagi bisa memenuhi kewajibannya kepada para kreditor. Liquidasi dapat ditempuh melalui dua cara yaitu voluntary liquidation (liquidasi secara suka rela) dan compulsory liquidation (liquidasi yang di tentukan lewat pengadilan











 


BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Strategi Korporat adalah Strategi yang di jalankan oleh induk grup perusahaan untuk mengatur berbagai perusahaan  yang ada di bawah nya. Strategi pada tingkat korporat (corporate level strategy) adalah berbagai tindakan yang diambil oleh perusahaan untuk memperoleh keunggulan kompetitif (competitive adventage) dengan menjalankan usaha di berbagai pasar (multiple markets) atau berbagai jenis industry secara simultan (Barney dan hesterly, 2008:116).
Aspek penting dalam strategi korporat yang mempengaruhi bagaimana suatu organisasi mencapai tujuan dan sasaran stratejiknya adalah apakah organisasi tersebut memiliki bisnis tunggal ataukah beroperasi dengan banyak bisnis.
Strategi korporat di kelompokkan ke dalam tiga kelompok kategori orentasi strategi yang sering juga di sebut sebagai grand strategy (wheelen dan hunger,2004:138) ketiga grand strategy tersebut adalah; strategi pertumbuhan (growth strategy), strategi stabilitas (stability strategy), dan strategi penciutan usaha (retrenchment strategy).











DAFTAR PUSTAKA

Hadari Nawawi (2005); Manjemen Strategi, Gadjah Mada Pers : Yogyakarta Certo, Samuel C. & J. Paul Peter. STRATEGIC MANAJEMEN : Focus on Procces.New York, McGrow-Hill, Inc. 1990.


Kamis, 18 April 2019

Karya Tulis Ilmiah Tentang Pengelolaan Sumber Daya Alam


KARYA TULIS ILMIAH
PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM
(Karya Tulis Ilmiah  Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Akhir Mata Kuliah Ilmu Alamiah Dasar)
 


Dosen Pengampu:
Dr. Ir. Wiskandar, M.P.


Disusun oleh:
Adam Al Fatah
(C1B018026)


PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS JAMBI
2019

KATA PENGANTAR


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan karya tulis yang berjudul “Pengelolaan Sumber Daya Alam”.
Penulisan karya tulis ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah  Ilmu Alamiah Dasar di Universitas Jambi.
Dalam penulisan karya tulis ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada:
1.      Bapak Dr. Ir. Wiskandar, M.P. selaku dosen pengampu pada mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar.
2.      Rekan-rekan semua yang mengikuti perkuliahan Ilmu Alamiah Dasar.
3.      Keluarga yang selalu mendukung penulis.
Penulis  merasa masih banyak kekurangan dalam penyusunan karya tulis ini baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan karya tulis ini.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  Jambi, 30  Maret 2019






DAFTAR ISI











BAB I

PENDAHULUAN

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keragaman yang paling banyak di dunia. Keragaman tersebut dapat kita lihat baik dari budaya, ras, suku, dan juga sumber daya alam yang mendukung dari negara berparas indah tersebut.   Seperti Sumber Daya Alam yang  memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Sebagai salah satu sumber penting pembiayaan pembangunan, sumber daya alam yang ada dewasa ini masih belum dirasakan manfaatnya secara nyata oleh sebagian besar masyarakat.
 Pengelolaan sumber daya alam tersebut belum memenuhi prinsip-prinsip keadilan dan keberlanjutan. Selain itu lingkungan hidup juga menerima beban pencemaran yang tinggi akibat pemanfaatan sumber daya alam dan aktivitas manusia lainnya yang tidak memperhatikan pelestarian lingkungan. Persebaran sumber daya alam tidak selamanya melimpah. Ada beberapa sumber daya alam yang terbatas jumlahnya, kadang-kadang dalam proses pembentukannya membutuhkan jangka waktu yang relatif lama dan tidak dapat di tunggu oleh tiga atau empat generasi keturunan manusia tersebut. Namun dengan pengelolaan yang belum terjadi dengan baik dan benar, Sehingga penulis membuat karya tulis ilmiah yang berjudul “Pengelolaan Sumber Daya Alam”.

1.2        Rumusan Masalah
1.2.1        Pengertian dari Sumber Daya Alam ?
1.2.2        Apa saja Klasifikasi dari Sumber Daya Alam ?
1.2.3        Dimanakah Persebaran Sumber Daya Alam di Indonesia ?
1.2.4        Bagaimana cara dari Pengelolaan Sumber Daya Alam yang baik dan benar?

 

1.3  Manfaat Penelitian

1.3.1        Untuk mengetahui pengertian dan penjelasan dari Sumber Daya Alam.
1.3.2        Mengerti Pengklasifikasian dari Sumber Daya Alam tersebut.
                                                                            1
1.3.3    Mampu Menjelaskan Persebaran Persebaran Sumber Daya Alam yang ada di Indonesia.
1.3.4        Mampu Melakukan Pengelolaan Terhadap Sumber Daya Alam.

Tujuan dari penelitian ini agar Dalam penyusunan karya tulis ilmiah yang berjudul “Pengelolaan Sumber Daya Alam”. memiliki beberapa tujuan, Diantaranya:
1.4.1        Untuk Penulis
Yaitu dapat memahami dari pengelolaan sumber daya alam tersebut. Dan mengetahui cara pengelolaan yang baik dan benar.
1.4.2        Untuk Umum
Dan untuk umum, yaitu dapat mengaplikasikan dan menggunakan dalam kehidupan tentang pengelolaan sumber daya alam tersebut.
















BAB II

PEMBAHASAN

2.1       Pengertian Sumber Daya Alam


Secara umum, Sumber Daya Alam adalah segala sesuatu yang bersumber dari alam untuk memenuhi kebutuhan manusia yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera serta  ada di sekitar alam lingkungan hidup kita. Sumber Daya Alam merupakan kekayaan alam baik itu benda mati maupun benda hidup yang berada di alam atau bumi yang bermanfaat bagi kita semua.
Menurut Slamet Riyadi (Darmodjo, 1991/1992) mendefinisikan Sumber Daya Alam sebagai segala isi yang terkandung dalam biosfer, sebagai sumber energi yang potensial, baik yang tersembunyi di dalam litosfer (tanah), hidrosfer (air) maupun atmosfer (udara) yang dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan manusia secara langsung maupun tidak langsung.
Herman Haeruman Js (Kaligis, 1986) menyatakan bahwa: Sumber Daya Alam adalah sumber daya yang terbentuk karena kekuatan alami misalnya tanah, air dan perairan, biodata, udara dan ruang, mineral, bentang alam (landscape), panas bumi dan gas bumi, angin, pasang surut dan arus laut. Sumber daya alam adalah semua kekayaan berupa benda mati maupun benda hidup yang berada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia (Abdullah, 2007: 3)
Jadi sumber daya alam adalah segala sesuatu yang ada di sekeliling manusia yang bukan dibuat manusia, dan yang terdapat di permukaan bumi, baik itu berada di dalam tanah, laut ataupun air dan di udara, yang dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan manusia maupun organisme lain secara langsung maupun tidak langsung. Demikian Sumber daya alam ialah semua kekayaan alam baik berupa benda mati maupun benda hidup yang berada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Yang termasuk sumber daya alam adalah komponen biotik dan abiotik. komponen biotik seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, sedangkan komponen abiotik meliputi gas alam, tanah, jenis logam, air, dan minyak bumi.

2.2       Klasifikasi Sumber Daya Alam

2.2.1    Pengelompokkan Sumber Daya
Sumber daya (resources) menurut UU Lingkungan Hidup No.4 Tahun 1982 dapat dikelompokkan menjadi empat kategori utama, yaitu:
1. sumber daya manusia;
2. sumber daya alam hayati;
3. sumber daya alam nonhayati;
4. sumber daya buatan.
Sumber daya alam yang terdapat di alam harus dikelompokkan atau digolongkan agar memudahkan pemahaman mengenai sifat-sifat sumber daya tersebut. Selain itu, klasifikasi sumber daya alam mempermudah dalam merencanakan pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya tersebutagar tidak cepat habis, namun dapat memberi manfaat yang optimal bagi kehidupan manusia.

2.2.2    Sumber Daya Alam Berdasarkan Bentuknya
Sumber daya alam berdasarkan bentuknya dapat dikelompokkan ke dalam lima kelompok, yaitu sebagai berikut:
1. Sumber daya lahan atau tanah
2. Sumber daya hutan
3. Sumber daya air
4. Sumber daya laut
5. Sumber daya mineral

2.2.3        Sumber Daya Alam Berdasarkan sumbernya
Sumber daya alam di bedakan menjadi 2 jenis yaitu :
1.      Sumber daya alam  Biotik (organik) yaitu sumber daya alam yang berasal dari mahkluk hidup misalnya, kayu,ikan,batu bara ,minyak bumi, dan mamer.
2.      Sumber daya alam Abiotik (anargonik) yaitu sumber daya alam yang berasal bukan dari mahkluk hidup misalnya tima, besi, dan kwarsa.


2.2.4        Sumber Daya Alam Berdasarkan cara Pengolahan dan pemanfaatannya
Sumber daya alam di bedakan menjadi Sumber Daya Alam Yang Dapat Di Perbaharui (Renewable Resources), Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Di perbaharui (Unrenewable Resource), Sumber daya alam yang dapat meperbaharui dirinya sendiri ( Non-Exhaustible Resources)
2.2.4.1  Renewable Natural Resources (Sumber Daya Alam yang dapat diperbarui)
Merupakan Sumber Daya Alam yang dapat terus diusahakan keberadaanya atau dapat dilestarikan. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui, antara lain berasal dari tanah, sepertihasil pertanian, perhutanan, dan perkebunan yang sangat bermanfaat untuk manusia,diantaranya sebagai berikut :
1.      Karet sebagai bahan baku pembuatan ban.
2.      Kapas sebagai bahan baku tekstil.
3.      Tembakau sebagai bahan baku rokok atau obat.
4.      Kopi sebagai bahan baku pembuatan minuman.
5.      Tebu sebagai
2.2.4.2  Unrenewable Natural Resources (Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbarui)
Merupakan Sumber Daya Alam yang akan habis jika terus menerus digunakan atausulit dijaga kelestariaannya. Karena membutuhkan waktu yang sangat lama dalam proses pembentukannya.Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan kemungkinan akan habis adalah hasil tambang, diantaranya sebagai berikut :
1.      Batu bara, banyak digunakan sebagai bahan bakar untuk keperluan industry    dan rumahtangga.
2.      Minyak bumi, digunakan sebagai bahan bakar minyak.
3.      Vaselin untuk bahan obat (salep).
4.      Parafin untuk bahan pembuat lilin.
5.      Aspal untuk bahan pembuat jalan.
6.      Bijih besi dimanfaatkan untuk peralatan rumah tangga dan pertanian.
7.      Tembaga untuk membuat perabotan dapur.
8.      Bauksit bermanfaat sebagai bahan dasar pembuatan alumunium.
9.      Emas dan perak untuk perhiasan.
10.  Marmer untuk bahan bangunan rumah atau gedung.

2.2.4.3 Non-Exhaustible Resources (Sumber daya alam yang dapat memperbaharui dirinya sendiri)
            Merupakan Sumber Daya alam yang dapat memperbaharui dirinya sendiri atau tidak terhabiskan yaitu Sumber Daya Alam yang bisa dihasilkan kembali secara alami atau buatan. Contohnya sebagai berikut:
1.      Tenaga Surya
2.      Udara
3.      Air,dll.

2.2.5        Sumber Daya Alam Berdasarkan Persebarannya
Sumber daya alam dibedakan menjadi dua jenis :
1.      Sumber daya alam yang terdapat di mana – mana misalnya sinar  matahari, air, udara, areal pertanian, dan hutan.
2.      Sumber daya alam yang hanya ditemukan di daerah tertentu saja misalnya : tambang uranium, tambang batu bara dan tambang emas.

2.2.6        Sumber Daya Alam Berdasarkan tujuannya
Sumber daya alam di bedakan atas 3 jenis yaitu :
1.      Sumber daya alam bahan industri
Adalah sumber daya alam yang umumnya di gunakan sebagai bahan dasar atau bahan baku industri misalnya tanah liat, belerang dll.
2.      Sumber daya alam bahan pangan
Adalah sumber daya alam yang digunakan sebagai bahan pangan baik langsung maupun melalui pengelolahan terlebih dahulu misalnya padi, jagung, dan kedelai.
3.      Sumber daya alam bahan sandang
Adalah sumber daya alam bahan sandang adalah sumber daya alam yang dapat di gunakan sebagai bahan baku pembuatan sandang misalnya sutra dan kapas.

2.2.7        Sumber Daya Alam Berdasarkan Sifat
Menurut sifatnya, sumber daya alam dapat dibagi 3, yaitu sebagai berikut :
1.      Sumber daya alam yang terbarukan (renewable), misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba, air, dan tanah. Disebut terbarukan karena dapat melakukan reproduksi dan memiliki aya regenerasi (pulih kembali).
2.      Sumber daya alam yang tidak terbarukan (non renewable), misalnya: minyak tanah, gas bumi, batu tiara, dan bahan tambang lainnya.
3.      Sumber daya alam yang tidak habis, misalnya, udara, matahari, energi pasang surut, dan energi laut.

2.2.8        Sumber Daya Alam Berdasarkan Potensi
Menurut potensi penggunaannya, sumber daya alam dibagi beberapa macam, antara lain sebagai berikut:
1.      Sumber daya alam materi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan dalam bentuk fisiknya. Misalnya, batu, besi, emas, kayu, serat kapas, rosela, dan sebagainya.
2.      Sumber daya alam energi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan energinya. Misalnya batu bara, minyak bumi, gas bumi, air terjun, sinar matahari, energi pasang surut  laut, kincir angin, dan lain-lain.
3.      Sumber daya alam ruang; merupakan sumber daya alam yang berupa  ruang atau tempat hidup, misalnya area tanah (daratan) dan angkasa.

2.2.9        Sumber Daya Alam Berdasarkan Pembentukan
Menurut cara pembentukan, Sumber daya alam dibagi atas beberapa macam,antara lain sebagai berikut:
1.      Sumber Daya Alam Biotik terbentuk dari adanya proses tumbuh dan berkembangnyamakhluk hidup. Contoh: Tumbuhan, Hewan
2.      Sumber Daya Alam Fisis terbentuk dari proses fisis dan kekuatan  alam.Contoh: air, tanah, udara, barang tambang.
3.      Sumber Daya Alam Lingkungan terbentuk dari penggabungan antara faktor fisis dan biotik.Contoh: Lingkungan pegunungan, lingkungan  lembah.


2.2.10    Sumber daya alam berdasarkan nilai ekonomis atau nilai kegunaannya
                  Menurut Nilai ekonomis atau nilai kegunaannya, Sumber daya alam dibagi atas beberapa macam antara lain:
1.      Sumber Daya Alam Ekonomis Tinggi merupakan sumber daya alam yang dalammendapatkannya memerlukan biaya yang tinggi. Contoh: mineral dan logam mulia seperti emas, perak, intan.
2.      Sumber Daya Alam Ekonomis Rendah merupakan sumber daya alam yang dalammendapatkannya memerlukan biaya yang relatif murah. Contoh: Pasir, Batu.
3.      Sumber Daya Alam non Ekonomis merupakan sumber daya alam yang dalam mendapatkannya tidak memerlukan biaya. Contoh: Udara, Sinar dan Panas Matahari

Persebaran sumber daya alam di Indonesia di golongkan menjadi 2 yaitu persebaran sumber daya alam hayati dan persebaran sumber daya alam barang tambang.
2.3.1    Sumber daya alam hayati
Sumber daya alam hayati terdiri dari sumber daya alam hewani dan nabati.
1.      Sumber daya alam nabati
Indonesia adalah Negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Dianugerahi tanah yang subur sehingga tumbuhan dapat tumbuh dengan sempurna di wilayah Indonesia. Wilayah Flora di Indonesia meliputi hutan tropis, hutan musim, stepa dan sabana.


2.          Sumber daya alam hewani
pada umumnya wilayah persebaran fauna di Indonesia dibagi 3 wilayah yaitu wilayah Indonesia bagian Barat, Indonesia bagian Tengah, Indonesia bagian Timur. Ketiganya di batasi oleh Wallace dan garis Weber. Bagian Barat lebih cenderung mengikuti ragam hewan Asia, sednagkan bagian Timur mengikuti ragam hewan Australia. Ciri-ciri kasus hewan Indonesia terdapat pada wilayah bagian Tengah.
2.3.2    Sumber Daya Alam Persebaran hasil tambang
            Berikut persebaran Hasil Tambang Di Indonesia:
2.3.2.1 Minyak bumi
Minyak bumi berasal dari mikroplankton yang terdapat di danau-danau, teluk-teluk, rawa-rawa, dan laut dangkal setelah mati mikroplakton berjatuhan dan mengendap di dasar laut kemudian bercampur dengan sedimen. Akibat tekanan lapisan-lapisan atas dan pengaruh panas magma dan terjadilah proses destilasi hingga menjadi minyak bumi kasar.Daerah-daerah penghasil minyak bumi di Indonesia adalah sebagai berikut: (http://www.taruna-nusantara-mgl.sch.id).
1. Pulau jawa: Cepu, Cirebon, dan Wonokerto.
2.    Pulau Sumatra: Palembang dan Jambi.
3.    Pulau Kalimantan: Pulau Tarakan, pulau Bunyu, dan Kutai.
4.    Pulau Irian Jaya: Sorong.

2.3.2.2 Gas alam
Gas alam merupakan campuran beberpa hidrokarbon dengan kadar karbon kecil yang digunakan sebagai bahan baker. Ada dua macam gas alam cair yang diperdagangkan yaitu LNG (Liquified Natural Gas) dan LPG (Liquified Petroleum Gas).

2.3.2.3 Batu bara
Batu bara terbentuk dari tumbuhan yang tertimbun hingga berada dalam lapisan batu-batuan sediman yang lain. Proses pembentukan batu bara disebut inkolent yang terbagi menjadi dua yaitu proses biokimia dan proses metamorfosis. Daerah tambang batu bara di Indonesia adalah sebagai berikut:
1.   Ombilin: dekat Sawahlunto (Sumatra Barat)
2.   Bukit asam: dekat Tanjung Enin (Palembang)
3.   Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan (pulau laut/sebuku)
4.   Jambi, Riau, Aceh, dan Papua.

2.3.2.4 Sumber daya logam atau bahan galian
Digolongkan ke dalam 4 macam (Abdullah, 2007: 7) yaitu:
1.    Timah, daerah penghasil timah di Indonesia adalah pulau Bangka dan Belitung.
2.    Tembaga terdapat di Tirtomogo, Wonogiri.
3.    Bauskit terdapat di Pulau Bintan dan Pulau Kayan (Riau)
4.    Nikel, daerah penghasil Nikel adalah Pomala (Sulawesi Tenggara)

2.3.2.5 Sumber daya alam non logam atau bahan galian bijih
Digolongkan ke dalam 7 macam (Abdullah, 2007: 8) yaitu: 
1.   Gamping, daerah penghasil gamping adalah Pegunungan Seribu
2.   Batu pualam, daerah penghasil batu pualam adalah Trenggalek, Jawa Timur.
3.   Belerang, daerah penghasil belerang adalah Garut (pegunungan telaga Bodas)
4.   Fosfat, daerah penghasil fosfat adalah Cirebon.
5.   Pasir Kuarsa, daerah penghasil pasir kuarsa adalah Banda Aceh
6.   Mangan, daerah penghasil mangan adalah Kliripan (Yogyakarta).
7.   Kaolin, daerah penghasil kaolin adalah disekitar Pegunungan Sumatra.

2.3.2.6 Hasil tambang lain
Digolongkan yang ada di Indonesia ada 3 jenis (Abdullah, 2007: 8) yaitu:
1.    Asbes, daerah penghasil asbes adalah Halmahera, Maluku, diolah di Gresik.
2.    Grafit daerah penghasil grafit adalah Payakumbuh dan sekitar Danau Singkarak.
3.    Platina (masputih) daerah penghasil platina (mas putih) di pegunungan Verbeek Kalimantan.

 



2.4       Pengelolaan Sumber Daya Alam

Pengelolaan Sumber daya alam bertujuan guna menjamin kelestarian kualitas lingkungan. Pengelolaan sumber daya alam diperlukan pendekatan interdisiplin, karena satu jenis SDA ternyata memiliki berbagai macam kepentingan yang saling berkaitan. Yang telah diatur dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) menurut UU no 32 tahun 2009 pasal 1 ayat (2) adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum.
Dalam pemanfaatan SDA kita dapat mengetahui kemampuan regenerasi sumber daya alam itu sangat terbatas, sehingga eksploitasinya harus dilakukan secara bijaksana. Bila eksploitasi SDA diambil melebihi batas akan berdampak pada siklus kehidupan.
Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat diusahakan untuk menjaga kelestarian sumber daya alam:
2.4.1        Berdasarkan prinsip berwawasan lingkungan dan berkesinambungan
1.      Penghijauan dan Reboisasi Usaha penghijauan dan reboisasi hutan dapat mencegah rusaknya lingkungan yang berhubungan dengan air, tanah dan udara.
2.   Sengkedan atau terasering
3.   pengembangan daerah aliran sungai
4.   Pengelolaan air limbah
5.   Penertiban pembuangan sampah
2.4.2        Berdasarkan Prinsip Mengurangi
Dalam mengambil sumber daya alam sebaiknya jangan diambil semuanya, tetapi berprinsip mengurangi saja. Pengambilan yang dihabiskan akan merusak lingkungan dan mengganggu ekosistem lingkungan.
2.4.3        Berdasarkan Prinsip Daur Ulang
Proses daur ulang adalah pengolahan kembali suatu massa atau bahan-bahan bekas dalam bentuk sampah kering yang tidak mempunyai nilai ekonomi menjadi barang yang berguna bagi kehidupan manusia.  

Ada 2 sistem pengelolaan sampah yaitu system pengelolaan formal dan informal:
2.4.4        Sistem pengelolaan formal
            Yakni pengumpulan pengangkutan dan pembuangan yang dilakukan oleh aparat
  setempat misalnya Dinas Kebersihan dan  Pertanaman
2.4.5        Sistem pengelolaan informal
            Yakni aktifitas yang dilakukan oleh dorongan kebutuhan untuk hidup dari
  sebagian masyarakat. Secara tidak sadar mereka berperan serta dalam kebersihan kota dan mereka sebenarnya juga merupakan pendekar lingkungan.















BAB III

PENUTUP

Sumber daya alam merupakan adalah segala sesuatu yang bersumber dari alam untuk memenuhi kebutuhan manusia yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera serta  ada di sekitar alam lingkungan hidup kita. Sehingga sumber daya alam ini telah banyak dimanfaatkan dan dinikmati oleh manusia, terkadang manusia tidak mengembalikan keadaan sumber daya alam tersebut dalam keadaan semula. Jadi semua elemen dapat melestarikan sumber daya alam dan dapat melakukan pengelolaan sumber daya alam yang baik serta benar. Pemerintah kita telah membuat program yang cukup banyak untuk mengelola lingkungan, salah satu programnya yaitu adanya reboisasi, sehingga dengan adanya reboisasi pengelolaan hutan dapat terkoodinir dengan baik dan dapat mengembalikan keadaan lingkungan menjadi sehat dan segar dan sumber daya alam akan dapat terlindungi

Penulis memberi saran kepada seluruh pembaca ialah sebelum menggunakan atau memanfaatkan Sumber daya alam di lingkungan untuk dapat memikirkan cara melestarikan sumber daya tersebut agar tetap lestari di lingkungan agar tidak terjadi bencana dalam kehidupan.
Dan juga penulis ingin mengajak seluruh komponen komponen baik dalam suatu daerah maupun negara untuk mengajak Bersama sama melindungi sumber daya alam kita agar tetap dapat dinikmati hingga generasi selanjutnya dengan melestarikan kehidupan akan berjalan dengan damai.







DAFTAR PUSTAKA



Amran, havid. “Pengertian Sumber Daya Alam Dan Jenisnya “. 22 januari 2016.            https://apitswar.wordpress.com/pengertian-sumber-daya-alam-dan jenisnya/.Diakses pada tanggal 30 Maret 2019,Pukul 17.00 WIB
Nha. “Makalah Sumber Daya Alam Dan Lingkungannya “. 22 januari 2016.            http://nha2ndut.blogspot.co.id/2012/09/makalah-iad-sumber-daya-alam-dan.html Diakses pada tanggal 30 Maret 2019,Pukul 17.00
Wikipedia. “Sumber Daya Alam”. 22 januari 2016.            https://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_alam#cite_note-antara-8 Diakses pada tanggal 30 Maret 2019,Pukul 17.00.
Eggi Sudjana Riyanto, “Penegakan Hukum Lingkungan dan Perspektif Etika         Bisnis di Indonesia”. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 1999.

Kementrian Lingkungan Hidup RI, “Himpunan Peraturan Perundang-Undangan    Lingkungan Hidup”. Jakarta, 2002.

Sodiq, Muhammad. 2014. Ilmu Kealaman Dasar.Prenadamedia Group: 276 hlm.